Cara Menanam Bawang Putih Di Kebun, Sampai Bisa

Cara Menanam Bawang Putih Di Kebun

Pada asrtikel sebelumnya saya menjelaskan cara menanam bawang putih tanpa menggunakan tanah atau dengan sistim hidroponik. Kali ini saya akan menjelaskan cara menanam bawang putih di kebun yang pastinya melibatkan tanah sebagai media tanam utamanya.

Sebelum masuk ke penjelasan caranya. Saya akan memberikan sedikit informasi mengenai bawang putih

Bawang Putih

Bawang putih merupakan salahsatu bumbu masak wajib bagi masyarakat Indonesia. Mulai dari nasi goreng, soto hingga kuah bakso semuanya menggunakan bawang putih. Pembudidayan pun dilakukan secara besar – besaran mengingat kebutuhan pasar yang banyak.

Dengan harga yang relatif stabil jika dibandingkan dengan cabai, budidaya bawang putih menjadi menarik mengingat jumlah petani budidaya tanaman bawang yang masih terbatas. Maka terbukannya peluang usaha untuk budidaya ini masih besar.

Bagi kalian yang ingin mencoba budidaya bawang putih dirumah. Disini saya akan membantu kalian yang masih bingung. Berikut adalah penjelasan mengenai cara menanam bawang putih di kebun

Cara Menanam Bawang Putih Di Kebun

Cara Menanam Bawang Putih Di Kebun
Cara menanam bawang putih di kebun

1. Mempersiapkan Lahan 

Langkah pertama adalah anda perlu mempersiapkan lahan untuk menanamnya. Untuk bawang putih tanah yang cocok adalah tipe tanah bertekstur lempung dengan pH 5,6-6,8 dan memiliki drainase yang baik. Setelah menemukan lokasi yang cocok mulailah pembukaan lahan.

Caranya dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang ada di dalam atau di atas permukaan tanah lewat pembajakan sedalam 20-30 cm.

Dalam seminggu pembajakan dilakukan sekitar 2-3 kali. Setelah lahan selesai dibajak, buatlah bedengan dengan lebar 60-150 cm, tinggi 20-50 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan luasnya lahan. Jangan lupa untuk membuat parit untuk irigasi dengan lebar 30-40 cm di antara bedengan.

 2. Penanaman

Bibit umbi bawang putih yang akan ditanam harus memiliki ukuran yang sama dan seragam. Bibit berkualitas baik adalah berukuran sedang, sehat, keras, dan permukaan luarnya licin atau mengkilat. Untuk cara penanaman, pertama tanam umbi dengan kedalaman 2-3 cm.

Sesuaikan jarak tanam dengan ukuran siung yang akan digunakan, contohnya untuk suing berbobot 1,5 gram jarak tanamnya minimal 20×20 cm. Untuk kebutuhan bibit, setiap satu hektar lahan akan membutuhkan sekitar 1.600 kg jika berat siung bibit 3 gram.

3. Pemupukan 

Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada usia 15, 30 dan 45 hari setelah tanam dengan campuran pupuk kandang 200 kg Urea + ZA + 100kg KCL 100 kg per ha untuk setiap pupuk tambahan. Caranya yaitu dengan menyebarkan pupuk diantara deretan tanaman diikuti oleh penyiraman.

Pemupukan dilakukan oleh aplikasi membenamkan pupuk di samping berbagai tanaman baris seperti bagaimana menyediakan pupuk dasar. Penggunaan pupuk anorganik dapat diimbangi dengan pupuk organik atau kompos diseseuaikan dengan kebutuhan tanaman.

4. Pengairan

Pengairan bawang putih dilakukan dengan cara membuat parit di antara bedengan. Lalu isi parit tersebut hingga penuh dengan air. Penyiraman dilakukan setiap hari pada awal masa tanam.

Namun setelah tanaman tumbuh dengan baik, frekuensi penyiraman dapat dikurangi menjadi seminggu sekali. Pasokan air dihentikan pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari sebelum panen, kira-kira saat daunnya sudah mulai menguning atau usia bawang putih mencapai 3 bulan setelah masa tanam.

5. Pemeliharaan 

Pemeliharaan tanaman dilakukan 2-3 minggu setelah tanam, dengan cara menyiangi gulma yang tumbuh serta memperbaiki bedengan dengan selang waktu sekitar 20-30 hari.
Jika laju pertumbuhan gulma cukup pesat, maka frekuensi penyiangan tersebut dapat ditambah. Lakukan penyiangan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan umbi-umbian yang masih baru.

6. Penanganan Masa Panen Dan Pascapanen

Tergantung pada varietasnya, tapi umur panen umumnya sekitar 90-120 hari sejak penanaman. Ciri-ciri dari tanaman yang telah siap panen adalah batang yang keras dan 50% daun telah menguning atau mengering.

Cara panen dapat dilakukan dengan mencabut langsung apabila tanahnya ringan dan mencungkil jika tekstur tanahnya agak keras.

Kemudian hasil panen tersebut diikat sebanyak 20-30 tangkai per ikat dan dijemur selama kurang lebih 2 minggu. Selama dikeringkan letakkan hasil panen diatas anyaman daun kelapa agar terhindar dari kerusakan.

Nah itulah solusi bagi anda yang ingin bertani bawang di kebun. Bagaimana apakah anda tertarik untuk mencobanya ? Langsung saja kalian praktekan cara menanam bawang putih di kebun. Anda juga bisa belajar cara bikin sambal bawang mentah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda. Selamat mencobannya dan semoga berhasil !

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *