Cara merawat tanaman jagung manis sangat penting untuk diketahui. Setelah benih jagung ditanam, hal yang tidak boleh dilupakan dan harus dilakukan adalah merawat tanaman jagung agar dapat mendapatkan hasil yang optimal. Cara merawat tanaman jagung manis dapat dilakukan dengan beberapa tahap berikut ini :
- Penyulaman
Tahap penyulaman tanaman ini dapat dilakukan dengan mengecek langsung bibit jagung yang sudah ditanam selama kurang lebih satu minggu untuk memastikan bahwa bibit jagung yang ditanam mengalami pertumbuhan dengan baik. Selain ini anda juga bisa mengecek bibit jagung yang tidak mengalami pertumbuhaan dengan baik, anda perlu mencabutya dan segera mengganti dengan bibit jagung manis yang baru agar pertumbuhan jagung bisa lebih seragam
- Penyiangan
Pada tahap ini, anda dapat melakukan penyiangan tanaman jagung setelah benih jagung berusia 2 minggu. Caranya dengan membersihkan rumput liar dan gulma yang tumbuh disekitar tanaman jagung. Karena rumput liar dan gulma dapat mengganggu pertumbuhan benih jagung manis. Sebaiknya pembersihan rumput liar dan gulma dilakukan secara alami menggunakan tangan dan tidak menggunakan pestisida.
Selain membersihkan rumput liar dan gulma yang tumbuh, pada tahap ini bisa juga melakukan proses pembubuhan, yaitu proses menambahkan gundukan tanah padda bagian akar jagung agar batang dan akar jagung berdiri lebih kokoh.
- Penyiraman
Tahap penyiraman juga wajib dilakukan untuk menjaga kelembapan tanah dan menghindarkan tanaman dari kekeringan. Proses penyiraman ini dapat dilakukan beberapa hari sekali. Terutama jikaa anda melakukan penanaman bedih pada musim kemarau, maka proses penyiraman ini merupakan hal yang harus dilakukan agar tanaman jagung tumbuh dengan maksimal dan tidak kekurangan air.
- Pemupukan
Pemupukan juga merupakan tahap yang penting untuk dilakukan selain tahap-tahap diatas. Meskipun sebelumnya diawal masa tanam telah dilakukan pemupukan, namun setelah jagung mengalami pertumbuhan pun masih harus tetap memberikan asupan pupuk agar tanaman tidak kekurangan unsur hara seperti kalium, fosfat dan nitrogen yang dapat diperoleh melalui pupuk. Pupuk yang dapat digunakan misalkan pupuk bokashi. Proses pemupukan ini dapat dilakukan setelah jagung berusia 2 bulan.
Pengendalian hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit juga perlu untuk dilakukan agar tanaman jagung terhindar dari hama dan penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan jagung menjadi tidak optimal.
- Hama ulat tongkol
Jenis hama ini sering menyerang bagian tongkol jagung. Hama ulat tongkol dapat dicegah dengan melakukan pengolahan dengan lebih baik lagi agar munculnya hama ini dapat diminimalisir untuk masa taanam yang berikutnya.
- Kutu daun
Kutu yang menyerang pada bagian daun dengan mengeluarkan semacam embun pada daun yang dapat menyebaabkan daun jagung berubah menjadi warna hitam. Cara untuk membasmi kutu daun yaitu dengan menggunakan musuh alaminya yaitu Miscraspis sp, Coccinella sp dan Lysiphilebus mirzai.
- Hama penggerek batang
Hama ini berupa larva yang menyerang bagian batang tanaman jagung dengan cara memakannya. Cara pengendaliannya yaitu dengan melakukan rotasi tanam. Atau bisa juga dengan melakukan pemusnahan secara alami dengan memanfaatkan musuhnya yaitu Euborellia annualata atau trichrogamma.
- Belalang
Hama ini sering kita jumpai di area padang rumput dan persawahan. Cara mencegahnya dapat dilakukan menggunakan musuh alaminya yaitu laba-laba dan belalang.
5.Tikus
Tikus pada umumnya muncul diladang jagung bekas persawahan. Cara mencegahnya ialah dengan melakukan perburuan tikus disarangnya agar tikus tidak dapat berkembang biak menjadi lebih banyak lagi.
- Penyakit bule
Penyakit bule menyerang bagian daun jagung dan ditandai dengan munculnya garis-garis maupun perubahan warna jagung menjadi kuning. Bahkan apanila sudah parah, daun jagung dapat berubah menjadi warna cokelat. Penyakit ini pada umumnya muncul dikarenakan melakukan penanaman diluar musimnya. Cara pencegahannyaadalah dengan melakukan rotasi tanaman, melakukan massa tanam yang tepat dan memilih benih jagung yang taha terhadap penyakit.
- Penyakit karatan
Penyakit ini muncul ditandai dengan adanya bisul berwarna jingga atau kecokelatan pada permukaan daun jagung. Penyakit karatan dapat berkembang dalam suhu 16-23°C dan kelembapan yang tinggi dan kelembapan yang tinggi juga. Cara pencegahannya adalah dengan memilih benih jagung manis yang tahan terhadap penyakit, melakukan perawatan dengan benar dan rutin melakukan pembersihan lahan.
Saya adalah kontributor di resepicoklat.com, dengan minat besar terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Selain itu, saya selalu senang belajar berbagai hal dan berbagi berbagai informasi seputar bisnis serta tips terkini dengan pembaca setia resepicoklat.com.
