Cara mencetak tanggal kedaluwarsa kemasan perlu Anda kuasai karena tanggal menjadi bagian wajib dan penentu kepercayaan pembeli pada produk pangan. Tanggal yang pudar, miring, atau terpotong membuat produk tampak tidak profesional dan bisa menimbulkan masalah aturan. Karena itu, pilih metode cetak yang sesuai skala usaha dan jenis kemasan Anda. Berikut pilihan dan langkah praktisnya.
Informasi yang Wajib Anda Cetak
Cetak minimal dua informasi: tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa atau keterangan batas konsumsi. Banyak produsen juga menambahkan kode batch supaya mereka bisa menelusuri produk bila ada keluhan. Simpan arsip foto kemasan setiap batch sebagai bukti bila ada pemeriksaan. Periksa ketentuan label dari BPOM atau dinas kesehatan setempat, sebab aturan bisa berbeda untuk setiap jenis produk.
Cara Mencetak Tanggal Kedaluwarsa Kemasan dengan Mesin Coding
Sebagian mesin continuous sealer memiliki unit coding yang mencetak tanggal saat kemasan melewati sabuk. Unit ini memakai pita tinta panas atau roda tinta untuk memindahkan huruf dan angka ke permukaan kantong, lalu mesin menyegel kantong dalam satu jalur. Anda cukup menyusun huruf timbul sesuai tanggal, memasang pita, dan menyesuaikan posisi cetak. Cek fitur yang tersedia di halaman mesin continuous sealer Rumah Mesin sebelum Anda memilih.
Atur Suhu dan Tekanan Coding
Hasil cetak pita panas sangat bergantung pada suhu. Suhu terlalu rendah membuat tulisan pudar dan mudah hilang, sedangkan suhu terlalu tinggi membuat huruf melebar atau melubangi plastik. Seperti pada penyegelan, mulailah dari suhu rendah lalu naikkan bertahap. Pelajari juga cara mengatur suhu penyegel kemasan karena prinsip uji bertahapnya sama.
Pilih Metode Cetak Lain
Selain mesin coding, ada beberapa alternatif. Stempel tinta cocok untuk produksi kecil karena murah, tetapi hasilnya mudah luntur pada plastik licin. Printer inkjet atau thermal transfer menghasilkan cetakan lebih rapi untuk volume menengah sampai besar. Sementara itu, stiker tanggal fleksibel untuk toples dan botol, meski membutuhkan tenaga untuk menempel. Pilih metode berdasarkan volume harian, anggaran, dan jenis permukaan kemasan.
Tentukan Tanggal dengan Benar
Tanggal kedaluwarsa berasal dari uji daya simpan, bukan perkiraan asal. Simpan beberapa sampel produk pada kondisi normal, lalu amati rasa, aroma, tekstur, dan tanda jamur dari waktu ke waktu. Beri margin keamanan dari hasil uji tersebut. Gunakan format yang jelas, misalnya 15-11-2026, supaya pembeli tidak salah membaca.
Posisi, Ukuran, dan Keterbacaan
Letakkan cetakan di area yang mudah Anda lihat, misalnya sudut bawah depan atau dekat segel atas. Hindari lipatan atau sambungan karena tulisan bisa putus. Pakai ukuran huruf cukup besar supaya pembeli bisa membacanya dari jarak satu lengan. Setelah itu, lakukan uji gosok dengan jari dan uji lembap untuk memastikan tulisan tidak luntur.
Contoh Alur Kerja Harian
Setiap pagi, operator memeriksa angka tanggal pada unit coding, memasang pita baru bila perlu, dan mencetak satu kantong uji. Setelah hasilnya jelas, produksi berjalan dan operator mengecek sampel setiap 30 menit. Di akhir shift, mereka mencatat jumlah kantong dan kode batch pada lembar produksi.
Kesalahan dalam Cara Mencetak Tanggal Kedaluwarsa Kemasan
Kesalahan pertama adalah lupa mengganti angka tanggal sehingga label menampilkan tanggal lama. Kedua, banyak produsen mencetak di atas lipatan atau permukaan berminyak sehingga tulisan mudah rusak. Ketiga, sebagian orang tidak menguji hasil cetak setelah berganti pita atau jenis kemasan. Sebagai gantinya, buat daftar periksa harian sebelum mesin menyala.
Kesimpulan
Pada akhirnya, cara mencetak tanggal kedaluwarsa kemasan bertumpu pada informasi yang tepat, metode cetak yang sesuai, suhu hasil uji, dan pemeriksaan keterbacaan. Dengan langkah ini, label Anda jelas dan produk terlihat profesional. Bila Anda ingin melengkapi lini pengemasan, kunjungi Rumah Mesin dan sampaikan kebutuhan usaha Anda.
