Mesin penggerak kapal bekerja bagaimana menjadi pertanyaan menarik karena kapal berukuran besar mampu bergerak membawa muatan dalam jarak jauh.
Mesin penggerak mengubah energi bahan bakar menjadi tenaga mekanis. Tenaga tersebut kemudian memutar poros propeller sehingga baling-baling menghasilkan gaya dorong untuk menggerakkan kapal.
Kapal modern umumnya memakai mesin diesel sebagai sumber tenaga utama karena mesin ini mampu menghasilkan tenaga besar dengan efisiensi yang baik.
Prinsip Kerja Mesin Kapal
Mesin diesel kapal bekerja melalui proses pembakaran di dalam silinder. Mesin menarik udara ke dalam ruang bakar, lalu piston menekan udara tersebut hingga suhunya meningkat.
Setelah itu, injektor menyemprotkan bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam udara panas. Bahan bakar kemudian terbakar karena panas hasil kompresi.
Pembakaran menghasilkan gas bertekanan tinggi yang mendorong piston bergerak turun. Connecting rod meneruskan gerakan piston menuju crankshaft.
Komponen ini mengubah gerakan naik-turun piston menjadi gerakan berputar. Putaran crankshaft selanjutnya menggerakkan propeller secara langsung atau melalui sistem transmisi tertentu.
Tahapan Kerja Empat Langkah
Mesin empat langkah menjalankan empat tahapan utama, yaitu hisap, kompresi, tenaga, dan buang. Pada tahap hisap, piston bergerak turun dan memasukkan udara ke dalam silinder. Berikutnya, piston bergerak naik untuk memampatkan udara.
Pada tahap tenaga, injektor memasukkan bahan bakar ke udara yang sudah panas. Pembakaran meningkatkan tekanan gas dan mendorong piston ke bawah.
Gerakan tersebut menghasilkan tenaga untuk memutar crankshaft. Setelah itu, piston bergerak naik dan mendorong gas hasil pembakaran keluar melalui katup buang.
Mesin empat langkah dapat menjalankan fungsi propulsi maupun menghasilkan listrik melalui generator. Kapal berukuran kecil dan beberapa kapal menengah sering menggunakan jenis mesin ini karena memiliki karakter putaran yang lebih tinggi.
Cara Kerja Mesin Dua Langkah
Kapal besar banyak menggunakan mesin diesel dua langkah sebagai penggerak utama. Mesin ini menyelesaikan siklus kerja dalam dua gerakan piston. Setiap putaran crankshaft menghasilkan langkah tenaga sehingga mesin mampu menghasilkan torsi besar pada putaran rendah.
Karakter tersebut cocok dengan kebutuhan propeller kapal besar. Mesin berputar lebih lambat sehingga operator dapat menghubungkan crankshaft langsung dengan poros propeller tanpa gearbox pada sistem direct drive. Susunan ini mengurangi kehilangan tenaga pada transmisi sekaligus membantu mesin bekerja secara efisien.
Tenaga Menuju Baling Kapal
Setelah crankshaft menghasilkan putaran, tenaga bergerak menuju poros propeller. Poros meneruskan putaran tersebut ke baling-baling yang berada di dalam air. Ketika baling-baling berputar, bilahnya mendorong air ke belakang sehingga menghasilkan gaya reaksi yang mendorong kapal ke depan.
Pada kapal dengan mesin berkecepatan lebih tinggi, sistem dapat menggunakan gearbox untuk menurunkan putaran sebelum tenaga mencapai propeller. Kapal tertentu juga memakai sistem diesel-electric.
Dalam sistem tersebut, mesin diesel menggerakkan generator, kemudian motor listrik menggunakan energi listrik untuk menggerakkan propeller.
Untuk mengetahui pilihan mesin yang dapat digunakan pada kebutuhan kelautan, Anda dapat melihat mesin diesel kapal. Informasi lain mengenai mesin dan peralatan juga tersedia melalui Rumah Mesin.
Perawatan Mesin Kapal
Mesin penggerak membutuhkan pemeriksaan rutin agar tetap menghasilkan tenaga secara optimal. Teknisi perlu memeriksa piston, cylinder liner, exhaust valve, connecting rod, bearing, crankshaft, serta sistem bahan bakar. Pemeriksaan berkala membantu teknisi menemukan keausan sebelum masalah mengganggu operasi kapal.
Selain komponen mekanis, teknisi juga perlu memeriksa sistem pelumasan, pendinginan, udara masuk, dan pembuangan gas.
Marine Insight menjelaskan bahwa perawatan mesin kapal mencakup pemeriksaan serta pengukuran berbagai komponen penting sesuai jadwal yang ditentukan produsen.
Kesimpulan
Jadi, mesin penggerak kapal bekerja bagaimana dapat dipahami dari proses perubahan energi bahan bakar menjadi tenaga mekanis. Pembakaran menghasilkan tekanan yang mendorong piston, kemudian connecting rod meneruskan gerakan tersebut ke crankshaft.
Selanjutnya, crankshaft memutar poros dan propeller untuk menghasilkan dorongan kapal. Mesin dua langkah cocok untuk kapal besar karena menghasilkan torsi tinggi pada putaran rendah, sedangkan mesin empat langkah banyak digunakan pada kapal yang membutuhkan putaran lebih tinggi dan sistem pembangkit listrik.
