
resepicoklat.com – Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit sering mengalami kesulitan, karena jauh dari kota (toko obat) dan harga obat yang terlalu mahal, sehingga sulit terjangkau oleh peternak, di artikel ini saya akan membahas tentang obat kambing sakit tidak mau makan.
Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari alternatif lain yaitu dengan menggunakan obat tradisional yang ada dan dapat dilakukan peternak serta harganya murah. Namun demikian usaha pencegahan juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan ternak dan lingkungannya, pemberian pakan yang cukup (kualitas dan kuantitas), bersih dan tidak beracun. Tips bagi Anda untuk mengatasi berbagai penyakit yang sering menyerang kambing melalui pengobatan tradisional.
SCABIES (Kudis)
Kudis atau kurap disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis var.ovis dan Chorioptes ovis. Tungau ini mudah menular ke ternak lain.
Tanda klinis :
Kulit tampak bercak-bercak merah yang membentuk bisul sehingga mengalami kekakuan, penebalan dan bersisik. Ternak menggosok-gosokkan bulunya ke dinding kandang karena gatal, bulu rontok. Ternak kurus, nafsu makan berkurang dan anemia/kekurangan darah. Produksi susu menurun.
Pencegahan :
Sanitasi kandang dan penyemprotan pada kandang yang tercemar atau pernah terdapat ternak kudisan.
Ternak sakit dipisahkan dari yang sehat dan hindari kontak langsung dengan ternak sehat.
Penyebab:
parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan ternak tidak pernah dimandikan.
Tanda- tanda:
Kerak – kerak pada permukaan kulit, Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis, Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku
Pengobatan :
Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan disikat dan dengan sabun antiseptic/deterjen. sampai bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati
Permukaan kulit yang sakit digosogkan campuran serbuk belerang, kunyit dan minyak kelapa yang dipanaskan setiap 2 hari sekali digosokkan pada kulit yang sakit..
Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sidah menempuh jarak 1.000 km paling efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang (Balai Penelitian Veteriner/Balitvet).
Jeruk purut digiling halus, ditambahkan garam dapur dan minyak kelapa. Gosokkan pada kulit yang terserang kudis.
Lengkuas, daun ketepeng kerbau dan garam dapur dihaluskan dan dioleskan pada bagian kulit yang terserang kudis.
Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan pada bagian kulit yang sakit.
Gerusan Kapur barus di campur gerusan belerang di campur minyak goreng bekas, kemudian di salepi ke bagian yang terkena.
Pencegahan:
Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang sehat.
Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
Mandikan ternak dua minggu sekali.
Bersihkan kandang seminggu sekali.
Baca Juga : Jualan Makanan Ringan Yang Laku Setiap Hari
MYASIS
Penyebab:
Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembangbiak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.
Tanda-tanda:
Adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka
Bila belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.
Pengobatan:
Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan kapur barus atau tembakau.
Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka baru atau kotoran.
Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.
Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai untuk mempercepat pertumbuhan.
KERACUNAN PAKAN
Penyebab:
Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung zat racun.
Tanda-tanda:
Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir, pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan. mulut berbusa, kejang, kebiruan pada selaput lendir dan
terkadang mati mendadak
Pengobatan :
Minyak kelapa 1 gelas diminumkan pada 1 ekor kambing dan beri minum air kelapa sebanyak-banyaknya.
Air kelapa dicampur dengan asam jawa dan garam dapur secukupnya duminumkan pada ternak yang keracunan.
Berikan Norit yang di gerus dicampur air matang.
Bila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa hangat 1 gelas.
Ternak jangan diberi hijauan beracun seperti, daun singkong dan daun dadap serep.
Pencegahan:
Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun.
BELEKAN / PINK EYE
Kambing yang terserang belekan aktivitasnya akan terganggu ini disebabkan oleh trauma akibat tertusuk ujung rambut, debu dan duri. Walaupun demikian penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, Chlamidia dan Ricketsia.
Tanda klinis :
Mata mengeluarkan air, tertutup dan berkedip-kedip. Mata membengkak, merah, kemudian keruh dan timbul borok pada selaput bening hinga mengalami kebutaan.
Pencegahan :
Kebersihan kandang dijaga/sanitasi, pisahkan ternak yang sakit. Pakan dipotong pendek agar tidak melukai mata. Memandikan kambing 1 bulan 2 kali pada waktu cuaca cerah.
Pengobatan :
Mata ternak dicuci dengan air hangat. Semprotkan dengan teh dan garam yang dilarutkan dalam air hangat. Penyemprotan dilakukan oleh mulut kita. Sesudah disemprot berikan obat tetes mata atau salep mata manusia. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga sembuh.
bisa juga mata yg sakit di teteskan OXYVET LA atau Erlamicetin
Sekian penjelasan singkat saya tentang obat kambing sakit tidak mau makan. Kurang lebih nya saya mohon maaf, terima kasih.
Sebagai kontributor di resepicoklat.com, saya memiliki minat besar dalam perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Selain itu, saya senang dalam proses pembelajaran yang berkelanjutan dan berbagi berbagai informasi seputar bisnis serta tips terkini dengan pembaca setia resepicoklat.com.
